Minggu, 08 Februari 2009

STRUKTUR DAN PERSEBARAN PENDUDUK

I. PENDAHULUAN
STRUKTUR DAN PERSEBARAN PENDUDUK
DINAMIKA KEPENDUDUKAN (CHANGE IN POPULATION)
KOMPOSISI PENDUDUK (POPULATION COMPOTITION)
BESAR DAN PERSEBARAN PENDUDUK (SIZE & POPULATION DISTRIBUTION)

I. PENDAHULUAN…lanjutan
Maksud dan tujuan :
1. Mengetahui SDM (umur dan jenis kelamin)
2. Kebijaksanaan kependudukan
3. Membandingkan keadaan penduduk
4. Mengetahui proses demografi (melalui piramida penduduk)
II. KOMPOSISI PENDUDUK
PENGELOMPOKAN PENDUDUK :
1. BIOLOGIS (Umur dan jenis kelamin)
2. SOSIAL (Tingkat pendidikan, status perkawinan)
3. EKONOMI (Pekerjaan dan tingkat pendapatan)
4. GEOGRAFIS (Tempat tinggal: kota/desa)
II. KOMPOSISI PENDUDUK…lanjutan
Berdasarkan ciri-ciri biologis
a. Umur
Distribusi umur satu tahunan dan lima tahunan
b. Jenis Kelamin
Laki-laki dan perempuan

II. KOMPOSISI PENDUDUK…lanjutan
2. Berdasarkan ciri-ciri sosial
a. Tingkat pendidikan
- Kepandaian membaca dan menulis
Angka buta huruf :
Banyak pddk 10 tahun ke atas yg buta huruf
x 1000
Banyak pddk 10 tahun ke atas
- Tingkat pendidikan yang ditamatkan
b. Status perkawinan
Kawin, belum kawin, cerai, duda/janda
II. KOMPOSISI PENDUDUK…lanjutan
3. Berdasarkan ciri-ciri ekonomi
Meliputi lapangan pekerjaan, jenis pekerjaan, status pekerjaan.
4. Berdasarkan ciri-ciri geografis
- penduduk yg tinggal di kota
- penduduk yg tinggal di desa

II. KOMPOSISI PENDUDUK…lanjutan
KONSEP, DEFENISI, UKURAN-UKURAN KOMPOSISI PENDUDUK MENURUT UMUR DAN JENIS KELAMIN
a. Umur tunggal (Single age)
Umur seseorang yang dihitung berdasarkan hari ulang tahun terakhirnya disebut single age.
Kecenderungan orang menyenangi umur- umur dengan angka 0 atau 5 disebut age heaping.
II. KOMPOSISI PENDUDUK…lanjutan
b. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)
Perbandingan banyaknya penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu.
Rumus :
jmlh penduduk laki-laki
Sex Ratio = x 100
jmlh penduduk perempuan
II. KOMPOSISI PENDUDUK…lanjutan
Sex Ratio dipengaruhi oleh :
1. Sex Ratio at Birth: perbandingan laki-laki dengan perempuan pada saat lahir.
2. Pola mortalitas: perbandingan jumlah kematian laki-laki dengan perempuan
3. Pola migrasi
Sex ratio > 100 : penduduk laki-laki lebih banyak
Sex ratio < 100 : penduduk perempuan lebih banyak
II. KOMPOSISI PENDUDUK…lanjutan
c. Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
Angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya orang yang tidak produktif (umur di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas) dengan banyaknya orang yang termasuk usia produktif (umur 15-64)
Rumus:
P (0-14) + P (65+)
x 100
P (15-64)
II. KOMPOSISI PENDUDUK…lanjutan
d. Umur Median (Median age)
Umur yang membagi penduduk menjadi dua bagian dengan jumlah yang sama, bagian pertama lebih muda dan bagian kedua lebih tua daripada umur median.
Guna umur median adalah untuk mengukur tingkat pemusatan penduduk pada kelompok-kelompok umur tertentu.
III. PERSEBARAN PENDUDUK
Geografis
Penduduk dunia secara geografis tersebar di lima benua. Penduduk Indonesia tersebar secara tidak merata di beberapa kepulauan besar dan kecil.
Administratif dan Politis
Secara administratif dan politis penduduk Indonesia tersebar di 33 propinsi; kemudian tiap propinsi dibagi dalam kabupaten, kecamatan dan desa (kelurahan).
IV. PIRAMIDA PENDUDUK
Komposisi umur dan jenis kelamin suatu penduduk secara grafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk.
Cara penggambaran piramida penduduk:
Sumbu vertikal untuk distribusi umur
Sumbu horizontal untuk jumlah penduduk dapat absolut maupun persentase
Dasar piramida dimulai untuk umur muda (0-4) tahun, semakin ke atas untuk umur lebih tua
Puncak piramida untuk umur tua dibuat dengan sistem ‘open end interval’, artinya untuk umur 75, 76, 77, 78, dst cukup dituliskan 75+.
IV. PIRAMIDA PENDUDUK…lanjutan
Bagian sebelah kiri untuk penduduk laki-laki dan sebelah kanan untuk penduduk perempuan.
Besarnya balok diagram untuk masing-masing kelompok umur harus sama.

Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur umur penduduk:
Fertilitas
Mortalitas
Kematian bayi/infant mortality
Migrasi
IV. PIRAMIDA PENDUDUK…lanjutan
Ad.1. Jika angka kelahiran (CBR) meningkat maka dasar piramida penduduk akan menjadi lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebaliknya akan terjadi dasar pramida yang lebih pendek jika angka kelahiran menurun.
Ad.2. Jika mortalitas untuk setiap kelompok umur meningkat maka terjadi penciutan diagram balok piramida pada setiap kelompok umur, bentuk ‘slope’ piramida akan semakin curam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

IV. PIRAMIDA PENDUDUK…lanjutan
Ad.3. Kematian/Mortalitas bayi (Infant Mortality) yang dihubungkan dengan reproduksi. Jika kematian bayi perempuan berkurang berarti mereka yang akan memasuki usia reproduksi semakin bertambah, akibatnya ada kecenderungan angka kelahiran (fertilitas) bertambah.
Ad.4. Migrasi biasanya terjadi pada kelompok umur-umur dewasa. Jika migrasi masuk lebih besar dibandingkan dengan migrasi keluar pada kelompok umur dewasa maka akan terjadi pembengkakan pada bagian tengah piramida penduduk dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
IV. PIRAMIDA PENDUDUK…lanjutan
TIGA CIRI PENDUDUK
Berdasarkan komposisi umur dan jenis kelamin maka karakteristik penduduk dari suatu negara dapat dibedakan atas tiga ciri, yaitu:
Expansive : sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur termuda. (Indonesia)
Constrictive : sebagian kecil penduduk berada dalam kelompok umur muda. (Amerika Serikat)
Stationary : Banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama banyaknya, dan mengecil pada usia tua kecuali pada kelompok umur tertentu. (Swedia)

2 komentar:

  1. Boz kea na mzh krang Lngkap thu..
    But sjauh ini dah bgz
    tngkat kan ae Boz~

    BalasHapus
  2. izin ngupy ya..

    BalasHapus

kalau udah di baca beri komentar ya....