Minggu, 08 Februari 2009

FLU BURUNG AVIAN FLU AVIAN INFLUENZA BIRD FLU

VIRUS INFLUENZA
Virus famili orthomyxoviridae
Tipe A,B,C
Virus A dan B penyebab wabah pada manusia
Virus C menyebar secara periodik, ringan, tidak menyebabkan wabah
Virus A ditemukan th 1933, virus B; 1940
permukaan virus A ada 2 glikoprotein yaitu: hemaglutinin(H/) & neuraminidase (N)
VIRUS INFLUENZA
Perbedaan H dan merupakan dasar subtipe
H 1 sampai H15 dan N1 sampai N9
Virus tsb dapat diidentifikasi pada manusia, babi, kuda dan unggas ( avian)
Influenza pada manusia virus H1N1,H2N2 dan H3N2, virus avian H5N1
H5 ditemukan pada ayam 1959
Pada unggas ditemukan 1878 di Itali

FLU BURUNG PADA MANUSIA
Definisi umum : penyakit menular yang disebabkan virus influenza yang ditularkan oleh unggas
Influenza A (H5N1) adalah penyebab wabah flu burung pada hewan di Hong Kong, Cina, Vetnam, Thailand, Indonesia, Korea, Jepang, Laos, Kamboja kecuali Pakistan (H7N7)
SEJARAH FLU BRUNG PADA MANUSIA


FLU BURUNG PADA MANUSIA ( H5N1) 4 FEB 2004
MUTASI GEN VIRUS
1. Antigenic drift; perubahan susunan asam amino terjadi pada waktu gen melakukan enconding antigen permukaan setiap kali virus bereplikasi  menghasilkan galur baru
2. Antigenic shift ; terjadi apabila 2 virus yang berbeda dari 2 penjamu berbeda menginfeksi penjamu lain. Akan menghasilkan virus baru kemungkinan mampu untuk meginfeksi penjamu lain termasuk manusia, contoh babi yg terinfeksi virus flu burung & virus flu human
CARA PENULARAN
Bahan infeksius : - tinja
- sekret saluran napas
Penularan melalui udara , kontak langsung
Penularan dari unggas ke unggas, hewan lain dan manusia
Unggas yg terinfeksi menular pada 2 minggu pertama dari ludah, sekret hidung dan tinja
Dapat menular dari tinja yg terdapat pada alat2 dan pakaian
Sesudah 4 miggu tak dapat dideteksi
Penularan dari manusia ke manusia belum terbukti
KELOMPOK RISIKO TINGGI
Pekerja pertenakan / pemprosesan unggas ( termasuk dokter hewan dll )
Pekerja lab yg memproses sampel pasien/ hewan terjangkit
Pengunjung peternakan/ pemprosesan unggas dalam 1 minggu terakhir
Kontak dgn penderita flu burung

MASA INKUBASI
Masa inkubasi 1-3 hari
Masa infeksius pada manusia : 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah gejala timbul gejala pada anak dapat sampai 21 hari

GEJALA FLU BURUNG PADA MANUSIA
Gejala sama dgn gejala flu pada umumnya
Infeksi saluran napas akut
Gejala ; demam, suhu diatas 380C sakit tenggorokan , batuk, beringus, nyeri otot, sakit kepala, lemas
Dalam waktu singkat dapat menjadi berat dgn terjadinya pneumonia
Dapat terjadi pada dewasa dan anak

LAPORAN KASUS INFLUENZA BURUNG DI HONG KONG
Gejala yg dilaporkan 7 dari 16 pasien yang menderita flu burung :
- demam : 7 pasien (100 % )
- Batuk : 6 pasien
- nyeri tenggorokan : 5 pasien
Kondisi pasien cepat memburuk/ berat
Kematian karena gagal napas
Masuk RS karena pneumonia
Pengobatan dgn amantadine & rimantadine masih sensitif terhadap H5N1 secara invitro di Hong Kong

DEFINISI KASUS FLU BURUNG
KASUS SUSPEK
Seseorang dgn ISPA suhu > 380C, batuk dan atau sakit tenggorokan dgn salah satu keadaan ;
A. kontak dgn kasus konfirmasi flu burung
dlm masa penularan atau
B. Seminggu terakhir mengunjungi peternakan
yg terjangkit flu burung atau
C. Bekerja pada suatu lab yg memproses
sample baik manusia atau hewan yg dicurigai
flu burung
DEFINISI KASUS FLU BURUNG
KASUS PROBABLE
Kasus suspek disertai dgn salah satu :
A. Bukti lab terbatas ( inflienza A, H5N1, misal IFA + menggunakan antibodi H5 monoclomal antibodi ) atau
B. Tidak ada penyebab lain
DEFINISI KASUS FLU BURUNG
Kasus konfirmasi
Kasus suspek disertai
A. Kultur virus influenza H5N1 (+) atau
B. PCR influenza H5 (+) atau
C. Peningkatan titer antibodi H5
sebesar 4 kali

DEFINISI KASUS
Seseorang yg menderita demam > 380C, batuk, sakit tenggorokan, beringus namun dlm waktu singkat dapat menjadi berat  pneumonia & dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani, disertai salah satu keadaan :
A. Seminggu terakhir mengunjungi peternakan
yg terjangkit flu burung atau
B. Bekerja pada suatu lab yg memproses
sample baik manusia atau hewan yg dicurigai
flu burung

DIAGNOSIS
Anamnesis ; faktor risiko, gejala
Gejala klinik , pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang
Pasien akan cepat memburuk
Laboratorium
- Isolasi virus dari bahan darah, apusan
tenggorok/hidung, alat tubuh
- serologi ; deteksi antibodi
- PCR
Pengambilan sampel pada waktu infeksi dan masa konvalesen

PENATALAKSANAAN
Pasien dirawat diruang isolasi
- kewaspadaan penularan melalui udara
- selama penularan yaitu 7 hari pertama setelah timbul gejala
Diruang rawat biasa
- setelah hasil usap tenggorok (-) berulang kali
dgn PCR atau biakan
- Setelah tak demam 7 hari
- Pertimbangan lain dari dokter

TERAPI
Pencegahan bagi orang terpajan : Oseltamivir 1 kali 75 mg sehari selama 1 minggu
Amantadine Hidrochlorida (nama dagang : Symmetrel atau Symadine) atau Rimantidine (nama dagang : Flumadine)
TERAPI :
Amantadine atau Rimantidine diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam 48 jam pertama dan diberikan 3-5 hari dg. Dosis 5mg/kg/BB/hari dibagi 2 dosis, bila lebih 45kg diberikan 100mg, 2 kali sehari
Dosis harus diturunkan pada orang lanjut usia dan mereka yang mengalami penurunan fungsi hati atau ginjal
Obat penghambat neuramidase influenza (Neuramidase inhibitor sudah ditemukan dan sudah didaftarkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia dan Swedia)
VAKSIN INFLUENZA
Vaksin efektif melindungi gejala influenza pada banyak species
Diberikan kepada mereka yg berisiko tinggi
Tidak ada cross protective diantara 15 subtipe
Influenza A (H1N1), A(H3N2) & influenza B sudah termasuk dalam vaksin yang diberikan tiap tahun
Kontra indikasi ; hipersensitif terhadap vaksin, sindrom Gullian Barre, demam & kehamilan trimester I

PENCEGAHAN BAGI YG BERISIKO ( WHO)
1. Petugas yg berhubungan langsung dgn sumber pakai APP ( Masker N95 minimal masker bedah, kaca mata google, gaun pelindung/ apron, sarung tangan tebal, sepatu bot karet
2. Semua orang yg kontak langsung harus sering cuci tangan dgn disinfektan, alkohol 70%
3. Lingkungan peternakan harus bersih
4. Semua orang yang terpapar harus periksa ke fasilitas kesehatan ;
- diobati atas rekomendasi dokter antiviral oseltamivir
pada kasus suspek

PENCEGAHAN BAGI YG BERISIKO ( WHO)
- divaksinasi flu manusia bagi yg terpapar agar tidak
terjadi 2 infeksi gabungan virus flu manusia dan virus
flu burung  dapat menyebar dari manusia ke manusia
- Pengamatan kesehatan pasif bagi yg berisiko tinggi/
terpapar dan keluarga jika ada gejala gangguan pernapasan, fludan infeksi mata harus ke fasilitas kesehatan
- Golongan rentan ( anak-anak, lanjut usia, penderita jantung, paru kronik ) agar menghindari tempat terjangkit
5. Survelen serologi pada pekerja yang terpapar
6. Pengambilan bahan sampel swab tenggorok, darah,
jaringan post mortem untuk dikirim ke lab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kalau udah di baca beri komentar ya....