Minggu, 08 Februari 2009

ALAT-ALAT UKUR ERGONOMI

1. Antropometri
Alat ukur dimensi tubuh manusia dan karakteristik khusus lain dari tubuh yang relevan dengan perancangan alat-alat/benda-benda yang digunakan manusia.
Antropometri dibagi atas dua bagian utama, yaitu:
Antropometri statis (struktural)
Pengukuran manusia pada posisi diam, dan linier pada permukaan tubuh.
Antropometri Dinamis (fungsional)
pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya.
Yang sering disebut sebagai antropometri rekayasa adalah aplikasi dari kedua bagian utama di atas untuk merancang workspace dan peralatan.
Faktor sampel antropometri
Umur
Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20 tahun untuk pria dan 17 tahun untuk wanita. Ada kecenderungan berkurang setelah 60 tahun.
Jenis kelamin
Pria pada umumnya memiliki dimensi tubuh yang lebih besar kecuali bagian dada dan pinggul.
Rumpun dan Suku Bangsa
Sosio ekonomi dan konsumsi gizi yang diperoleh.
Pekerjaan, aktivitas sehari-hari juga berpengaruh
Kondisi waktu pengukuran
Jenis Disain Peralatan Kerja
Design for extreme individuals
mengambil ukuran tubuh paling besar dan paling kecil dan pralatan dibuat dapat diubah ukurannya
Design for adjustable range
Merancang peralatan dengan pengelompokan tertentu
Design for average
Merancang peralatan berdasarkan rata-rata seluruh sampel pekerja
Contoh
2. Audiometri
Kegunaan Mengukur kepekaan pendengaran terhadap bunyi. Makin cepat dapat mendengar bunyi, berarti makin responsif. Ini berguna untuk memastikan pendengaran subjek masih cukup baik untuk menangkap isyarat bunyi, seperti alarm tanda bahaya di tengah-tengah dengung mesin kerja.
Alat Box kedap suara; audiometer (pembangkit bunyi) dengan berbagai tingkat frekuensi
Cara pengujian Subjek masuk ke box kedap suara. Dari luar, audiometer diatur untuk mengeluarkan bunyi dengan berbagai frekuensi Melalui headphone, subjek harus berkonsentrasi & memberi isyarat kapan dia mendengar & kapan tidak. Rekor mendengar tercepat dicatat & dibentuk jadi grafik.
3. Spirometri
Mengukur kapasitas hisap & hembus paru-paru. Biasa dipakai untuk tes kebugaran kardiovaskular juga. Tapi terutama dipakai untuk mengecek kesehatan pernafasan pekerja. Hasil baik-buruk dipengaruhi oleh gender, usia, berat & tinggi badan, serta jenis ras.
Alat Spiro-analyzer, yaitu pistol pendeteksi nafas yang terhubung ke komputer mini. Alat ini secara otomatis mengukur pola nafas subjek & mentransformasikannya ke bentuk grafik
Cara pengujian Subjek bernafas normal lewat pistol Spiro-analyzer yang dimasukkan ke mulut. Pada tarikan nafas yang keempat, subjek harus menarik nafas sedalam-dalamnya. kemudian menghembuskannya sekuat mungkin sampai habis. Grafik & angka yang terbaca lalu disesuaikan ke tabel referensi.
4. Uji Getaran
Kegunaan Mengukur apakah getaran mesin yang terpapar ke badan dapat ditoleransi, mengganggu kenyamanan, meningkatkan kelelahan, atau malah sudah mengganggu kesehatan.
Alat Gelang pengukur getaran
Cara pengujian Bagian tubuh yang bersinggungan langsung dengan getaran dari mesin dipasangi gelang pengukur. Angka yang terbaca dari gelang pengukur dicocokkan dengan tabel referensi. Angka sebaiknya tidak melebihi ambang batas yang telah ditetapkan.
5. Uji Bising
Kegunaan Mengukur seberapa besar suara bising mempengaruhi pekerja dalam melaksanakan tugasnya. Uji ini juga merupakan pengukuran terhadap tingkat kebisingan yang mungkin tercipta dari suatu ruangan kerja.
Alat Sound Level Meter (SLM) & Noise Dosimeter
Cara pengujian Pada umumnya SLM & Noise dosimeter diarahkan ke sumber suara, setinggi telinga, agar dapat menangkap kebisingan yang tercipta. Untuk keperluan mengukur kebisingan di suatu ruangan kerja, pencatatan dilaksanakan satu shift kerja penuh dengan beberapa kali pencatatan dari SLM.
6. Uji Debu
Kegunaan Ini bukan pengujian untuk pekerja, tetapi lingkungan kerja. Uji ini dipakai untuk mengetahui kadar debu total yang ada di udara tempat bekerja.
Alat Dust sampler (wadah penampung debu); Pompa hisap; & Desikator (kotak penyimpanan steril)
Cara pengujian Sampel debu dari ruang yang diukur diambil menggunakan dust sampler. Agar sampel debu dapat terambil ke wadah, dust sampler dihubungkan ke pompa hisap memakai selang silikon. Setelah jangka waktu tertentu pompa hisap dinyalakan, sampel debu telah menempel pada dust sampler yang kemudian dapat diteliti di laboratorium setelah sebelumnya disimpan lebih dulu dalam desikator
7. Uji Iklim
Kegunaan Ini juga merupakan pengujian untuk lingkungan kerja, yaitu pengujian berbagai jenis suhu yang terdapat pada suatu ruangan kerja.
Alat Termometer Arsman; Psikrometer; Termometer Globe
Cara pengujian Alat-alat tadi adalah pengukur suhu untuk berbagai keadaan. Teknik pengukuran suhunya cukup dengan meletakkan semua alat pada ruangan yang dimaksud. Termometer Arsman akan mengukur suhu basah alami dari ruangan. Psikrometer mengukur suhu basah & suhu kering ruangan. Sedangkan Termometer Globe mengukur suhu radiasi yang ada di ruangan. Kombinasi perhitungan suhu dari semua alat tersebut dapat dipakai untuk menentukan berapa lama seseorang diperbolehkan bekerja pada ruangan yang telah diuji iklimnya tadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kalau udah di baca beri komentar ya....