Rabu, 11 Februari 2009

kehamilan dengan penyakit darah

ANEMIA DALAM KEHAMILAN
Kehamilan
- Konsentrasi Hb menurun secara relatif
-Kebutuhan Fe rata-rata meningkat menjadi
100 mg/hari dan asam folat menjadi
300 mg/hari
-Akan terjadi hemodilusi pada usia kehamilan
28 minggu ke atas

Wanita hamil


Anemia


Bila Hb <11gr/dl,anemia gravis bila Hb <6gr/dl


Hb normal wanita tidak hamil 12-15gr/dl
Penyebab anemia pada ibu hamil :
 Malnutrisi;
 Defisiensi zat besi dalam makanan;
 Malabsorbsi;
 Banyak kehilangan darah pada per-
salinan sebelumnya ataupun selama haid;
 Penyakit-penyakit kronis
 Kehamilan à terjadi pengenceran darah secara
fisiologik (hemodilusi) à meringankan kerja jantung
à pengenceran darah tidak disertai dengan per(+)an
sel-sel darah àhemoglobin menurun

 Janin membutuhkan 0,5 gr zat besi setiap harinya
à terutama pada usia kehamilan 20 – 24 minggu
KLASSIFIKASI ANEMIA DALAM KEHAMILAN
1. Anemia Def. Besi
2. Anemia Megaloblastik
3. Anemia Hipoplastik
4. Anemia Hemolitik
5. Leukimia
6. Penyakit Hodgkin
ANEMIA DEF. BESI
Jenis anemia yang paling sering dijumpai (62,3%);

Penyebab : kekurangan zat besi dalam makanan;
gangguan resorbsi; gangguan pencernaan; perdarahan

Pada kehamilan kembar dan terutama pada trimester
akhir kehamilan kebutuhan zat besi bertambah;
Ciri-ciri Anemia Def. Besi :
1) Terjadi mikrositosis dan hipokhromasia
(anemia defisiensi berat).
2) Kadar serum zat besi rendah.
3) Daya ikat serum zat besi tinggi.
4) Protoparfirin eritrosit tinggi
5) Tidak di temukan hemosiderin dalam
sumsum tulang.
6) Kadar ferritin rendah.
Pengobatan Anemia Def. Besi :
1) Terjadi mikrositosis dan hipokhromasia (anemia
defisiensi berat);
2) Memakan makanan yang banyak mengandung zat
besi;
3) Suplementasi oral.
4) Peroral : Sulfas ferosus 0,20 mg 3-5 kali per hari.
5) Parenteral : Imferon, jectoper, i.m. atau i.v.

Anemia Megaloblastik
Penyakit ini disebabkan oleh karena kekurang- an asam folik, vitamin B12 dan erat hubungan nya dengan malnutrisi.
1) Asam folik 15 – 30 mg/hari
2) Vitamin B12 3 x 1 tablet / hari
3) Sulfas ferosus 3 x 1 tablet / hari
4) Pada kasus yang berat : transfusi darah.
ANEMIA HIPOPLASTIK
Pada wanita hamil terjadi karena sum-sum
tulang tidak mampu membuat sel-sel darah
baru;
Penyebab pasti à belum diketahui;
Dapat disebabkan oleh sepsis, paparan sinar
rontgen, keracunan obat-obatan
ANEMIA HEMOLITIK
Disebabkan oleh penghancuran sel darah
merah lebih cepat dari seharusnya;
Faktor penyebab à herediter, malaria, sepsis,
keracunan zat logam, obat-obatan;
Gejala utama : kelelahan, kelemahan,
Pengobatan : terutama dengan transfusi
3. Leukemia
Leukemia jarang dijumpai pada wanita hamil, dan tidak ada hubungannya antara kehamilan dan leukemia.

Bila ibu hamil terserang leukemia, pengaruh thd hasil konsepsi adalah :
a. Abortus dan prematuritas
b. Perdarahan postpartum yang terjadi karena adanya ggn pembekuan darah, aktifitas fibrinolitik meningkat dan serum fibrinogen menurun.

Pengobatan :
a. Transfusi darah
b. Radiasi
c. Khemoterapi dan sitostatika
d. Antimetabolit
e. Kortikosteroid

Pengobatan cara No. 2 sampai No.5 sulit pada masa kehamilan.
4. Penyakit Hodgkin
Tidak ada saling mempengaruhi antara kehamilan dan penyakit Hodgkin. Tetapi wanita penderita penyakit Hodgkin aktif tidak boleh hamil. Ia baru boleh hamil 2 (dua) tahun sesudah penyakitnya tenang (sembuh).

Tiga faktor yang berperan dalam proses terjadi hemostasis adalah :
a. Faktor ekstravaskuler : kulit, jaringan dibawah kulit, otot.
b. Faktor vaskuler : dinding pembuluh darah
c. Faktor intravaskuler ; yang terjadi didalam pembuluh darah dan yang dapat menyebabkan pembekuan : trombosit, fibrinogen dsb.

a. Pembekuan Darah
Proses pembekuan darah ada tiga tingkat :
1) Pembentukan tromboplastin
2) Pembentukan trombin
3) Pembentukan fibrin : Fibrinolisis, Antikoagulansia
b. Hipo dan A-fibrinogenemia
Hipo dan A-fibrinogenemia adalah suatu kelainan pembekuan darah karena defisiensi fibrinogen. Keadaan-keadaan yang menimbulkan Hipo dan A-fibrinogenemia dalam kebidanan adalah :
1) Solusio plasenta
2) Kematian janin dalam kandungan
3) Emboli air ketuban
4) Perdarahan yang banyak
5) Missed abortion
6) Abortus septik dan sepsis puerperalis
7) Eklampsia.

c. Diagnosis
1) Mencari penyebabnya
2) Melakukan pemeriksaan laboratorium
d. Penanganannya
1) Pengobatan secara umum : memberikan cairan, transfusi, dll.
2) Pemberian fibrinogen per infus 4 – 6 gram atau darah segar sebanyak 1 – 2 liter.
3) Mencegah fibrinolisis yang berlebihan, dapat diberikan transamin, epsilon = aminokarproik dan trasylol.
4) Penanganan dalam bidang obstetri, tergantung keadaan penderita dan indikasinya, yang dilakukan secara bertahap
5) Uterus tonika, masase rahim, kompresi bimanual, tamponade, kalau perlu dilakukan histerektomi.

e. Inkompatibilitas Rhesus.
Penyakit Inkompatibilitas Rhesus pada kehidupan janin terjadi pada kasus- kasus ibu rhesus negatif dengan suami rhesus positif biasanya hanya terjadi setelah beberapa kehamilan pertama.
Penyakit ini dapat menyebabkan terjadinya kematian janin dalam kandungan (KJDK), bayi lahir mati (stillbirth) atau bayi lahir dengan apgar rendah (hydrops fetalis). Diagnosis terhadap hydrops fetalis sering dapat ditegakkan secara antenatal dengan melakukan pemeriksaan sinar X.
1. Lingkaran cahaya disekeliling kepala disebabkan oleh terjadinya oedema pada kulit kepala.

2. Tulang rusuk meregang keluar. Perut membesar ; disebabkan oleh hati dan limpa membesar.

3. Terjadinya abduksi anggota badan (sikap seperti Budha) disebabkan oleh perut membesar.

4. Kelenturan tubuh berkurang (fleksi) disebabkan oleh perut yang membesar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kalau udah di baca beri komentar ya....